Rahasia Cara Cepat Melunasi KPR Terungkap

Urusan membeli rumah, tentu bukan perkara kecil yang bisa dilakukan sembarangan tanpa pertimbangan matang. Apalagi jika membeli rumah menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang memang membutuhkan komitmen tinggi mengingat tenor waktu cicilannya yang sangat panjang mulai 5 hingga 20 tahun.

rahasia-cara-cepat-melunasi-kpr-terungkap.jpg

Semakin singkat waktu cicilan yang diinginkan, tentu akan membutuhkan jumlah cicilan yang cukup besar. Namun jika menggunakan waktu yang panjang dan lama hingga lebih dari 10 tahun, tentu akan membuat kita merasa lelah dan ingin segera lepas dari cicilan dan menyudahinya saja.

Ada beberapa cara yang bisa diterapkan agar KPR dapat dilunasi dengan cepat:

1. Mengurangi Biaya Hidup

Beban cicilan KPR yang harus dibayarkan tiap bulannya, dapat diakali dengan cara mengurangi sisa pokok KPR. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menambah simpanan uang tabungan dan mengurangi biaya hidup.

Misalnya jika sebelumnya cicilan KPR dibayar menggunakan 1/3 penghasilan bulanan, maka selanjutnya bisa disiasati menjadi ½ atau 2/3 penghasilan untuk membayar cicilan KPR.

Baca juga: Desain Dapur Minimalis

2. Menggunakan Bank Syariah

Bank syariah biasanya menggunakan sistem murabahah atau jual beli untuk menangani sistem KPR. Sehingga cicilan bulanan menggunakan Bank Syariah nilai angsuran bisa menjadi lebih ringan.

Namun prose pemindahan cicilan pembayaran ini biasanya akan membutuhkan biaya. Anda pun mungkin akan dikenakan biaya pinalti sebesar 1% dari sisa pokok KPR.

3. Menggabungkan Cara Pertama Dan Kedua

Agar cicilan atau angsuran KPR menjadi semakin cepat selesai, cara pertama dan cara kedua di atas bisa dikombinasikan dengan baik. Sehingga dengan pengurangan biaya hidup sehari-hari dan memperbesar uang tabungan untuk cicilan KPR yang telah dipindahkan melalui Bank Syariah, dapat membantu proses cicilan rumah menjadi lebih cepat selesai.

Memang tak mudah untuk mengurangi biaya hidup sehari-hari. Namun cara tersebut bisa disiasati dengan mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya tak terlalu penting. misal kalau kamu ikutan kursus, kamu bisa ambil kursus online yang harganya lebih terjangkau, lumayan untuk meghemat pengeluaran bukan!

Misalnya dengan mengubah kebiasaan makan di restoran mahal, sehingga biaya hidup yang dikeluarkan pun berkurang dan uang tabungan untuk membayar cicilan KPR menjadi lebih besar beberapa persen.

Advertisements

Warna Cat Yang Cocok Untuk Dapur

Saat mendesain sebuah rumah, area dapur merupakan salah satu area yang sering kali tidak begitu diperhatikan. Hal ini mengingat letak dapur yang kebanyakan berada di bagian belakang rumah, sehingga dekorasi dan desain interiornya dianggap tidak terlalu mempengaruhi keindahan rumah.

warna-cat-yang-cocok-untuk-dapur.png

Padahal desain interior dapur yang cantik dapat memberi efek yang baik serta mempengaruhi mood dan kenyamanan saat memasak.

Oleh karena itu, setidaknya untuk mendapatkan dapur bergaya minimalis dan menarik faktor warna cat cukup perlu diperhatikan. Baik untuk cat dinding maupun cat kabinet dapur.

Sebagai inspirasi, setidaknya berikut beberapa warna yang cukup populer dan cocok untuk diterapkan pada desain interior dapur.

Putih

Warna putih merupakan salah satu pilihan warna netral yang paling banyak dijadikan untuk desain interior rumah, termasuk pada dapur. Tak mengherankan karena warna putih merupakan warna yang paling mudah menyatu dengan berbagai konsep, gaya dan dekorasi interior.

Memadukan warna putih dengan aksen yang memiliki warna lain pun cukup mudah dilakukan. Selain itu warna putih juga memiliki kesan bersih dan rapi, sehingga memberi kesan positif pada suasana dapur di rumah.

Abu-abu

Selain warna putih, warna abu-abu juga dianggap sebagai salah satu warna yang berada dalam kategori warna netral yang cukup populer dan cocok untuk dapur. Terlebih lagi warna abu-abu sendiri memiliki tone warna terang hingga gelap yang cukup beragam, sehingga pemilihannya pun lebih mudah disesuaikan dengan desain dan dekorasi dapur.

Sering kali warna abu-abu dengan tone gelap misalnya, dipadukan dengan warna putih yang sama-sama berada dalam kategori netral. Atau memadukan warna abu-abu dengan tone terang dengan warna merah muda sehingga memunculkan kesan ceria.

Warna Pastel

Konsep chic shabby umumnya identik dengan pengaplikasian warna-warna lembut atau warna pastel. Jadi jika dapur di rumah menerapkan desain interior dengan gaya shabby chic, ada baiknya warna pastel dijadikan pilihan sebagai alternatif warna dekorasi dapur agar tampak semakin cantik dan menarik.

Merah

Warna merah dipercaya dapat mempengaruhi semangat dan mood seseorang. Jadi tak heran jika warna merah juga cocok dijadikan pilihan untuk dekorasi dapur di rumah untuk memberi kesan segar dan penuh semangat. Dengan pengaplikasian warna merah tersebut tentunya diharapkan semangat dan aktivitas memasak pun menjadi lebih menyenangkan.

Ternyata Zaman Dulu Sepatu High Heels Itu Untuk Pria, Lho!

Pada zaman sekarang high heels memang menjadi sepatu yang wajib dimiliki oleh wanita. Setomboy-tomboy nya wanita pasti memiliki senggaknya 1 pasang high heels di lemari sepatunya. High heels wanita pun beraneka ragam tergantung dari jenis dan kebutuhan yang kamu butuhkan.

ternyata-zaman-dulu-sepatu-high-heels-itu-untuk-pria-loh.png

High heels juga biasanya dipadupadankan dengan tas terbaru supaya penampilan kamu terlihat makin kece. Tapi tahukah kamu ternyata dulu high heels itu diperuntukkan buat pria loh! Wah, kira-kira kapan ya high heels bisa masuk lagi dalam jajaran sepatu pria 2018?

Simak yuk sejarah high heel berikut ini!

Ternyata high heels dulunya digunakan oleh para penunggang kuda dari Persia loh! Tumit sepatu memang dirancang tinggi supaya para penunggang pria bisa menjaga keseimbangan ketika menaruh kaki di tempat berkudanya. Kemudian pada akhir abad ke-16, tren high heels pun akhirnya menyebar ke Eropa. Raja Louis XIV merupakan orang yang sangat senang dengan hal ini karena tinggi tubuhnya hanya sekitar 165cm.

Dengan menggunakan high heels, dia tentu akan terlihat lebih tinggi dan berwibawa. Raja Louis XIV pun identik dengan high heels berwarna merah hingga akhirnya high heels hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan untuk membedakan antara keturunan ningrat dan rakyat biasa.

Cari Promo Terbaru Produk M&S di marks and spencer clearance

Kemudian baru pada tahun 1630, high heels diadaptasi oleh para wanita yang mau tampil androgini. Para wanita tersebut pun menggunting rambut menjadi lebih pendek dan merokok karena pada saat itu penampilan seperti itu merupakan penampilan yang trendi. Ketika Revolusi Perancis sedang berjalan, para wanita pun meninggalkan trend high heels tersebut tapi tentu saja nggak berlangsung lama.

Pada pertengahan abad ke-19, high heels kembali menjadi ornamen fashion yang harus dipakai oleh para model Perancis yang suka berfoto erotis. Hingga akhirnya sampai pada abad milenium hingga sekarang, para wanita masih tetap tergila-gila pada high heels karena dengan menggunakan high heels tentu dapat menunjang penampilan dan menaikkan kelas mereka di mata orang lain. Kalau kamu udah punya berapa high heels nih di lemari sepatu?